Proyek Revitalisasi SMPN 02 Bermani Ilir Menuai Sorotan: Diduga Mark-Up, Abaikan K3
KEPAHIANG, Liputan Jurnalis News.com — Pelaksanaan proyek revitalisasi di SMP Negeri 02 Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, mendadak jadi sorotan publik. Pengerjaan fasilitas pendidikan yang didanai keuangan negara ini dinilai sarat masalah, mulai dari dugaan mark-up anggaran sebelum pelaksanaan teknis (pra-pelaksanaan), pengabaian standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga mutu material bangunan yang buruk.
Tak hanya itu, nyanyian dari internal pekerja proyek di lapangan kian memperkuat indikasi adanya praktik rasuah dan penyimpangan pengadaan barang/jasa.
Berdasarkan pantauan langsung tim pers di lokasi proyek, aktivitas pembangunan berlangsung tanpa menerapkan standar K3 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Para pekerja di area berisiko tinggi terlihat bekerja tanpa Alat Pelindung Diri (APD) dasar seperti helm proyek, sepatu keselamatan, maupun rompi. Pembiaran ini dinilai membahayakan keselamatan jiwa para tukang di lapangan.
Selain masalah K3, spesifikasi teknis dan kualitas bahan yang digunakan pada revitalisasi tersebut ditengarai tidak memenuhi standar kelayakan bangunan sekolah. Sejumlah material diduga sengaja diturunkan spesifikasinya (downgrade) demi menekan biaya pengerjaan.
"Kualitas bahan bangunan yang dipakai jelas sangat jauh dari standar yang direncanakan. Komposisi material terkesan asal-asalan dan berpotensi memicu kerusakan bangunan dalam waktu singkat," ujar salah satu sumber independen di lokasi.
Kecurigaan masyarakat akan adanya rekayasa anggaran makin menguat setelah sang kepala tukang memberikan pengakuan mengejutkan. Ia membeberkan bahwa pengelolaan proyek ini diduga melibatkan pihak ketiga di luar struktur resmi pengerjaan.
Pihak ketiga tersebut menyampaikan bahwa jatah atau upah pekerjaan mencapai 20 persen dari total pagu anggaran proyek. Praktik "jual beli" atau perantara proyek ini disinyalir menjadi pemicu utama berkurangnya alokasi dana untuk belanja bahan material berkualitas dan penyediaan fasilitas K3.
Dengan ditemukannya penurunan kualitas material serta dugaan potongan anggaran sebesar 20 persen di awal, kuat indikasi bahwa proyek revitalisasi SMPN 02 Bermani Ilir telah mengalami mark-up anggaran sejak tahap perencanaan dan pra-pelaksanaan.
Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih terus mengonfirmasi Dinas Pendidikan setempat serta pihak pelaksana proyek untuk memberikan klarifikasi resmi atas temuan dan pengakuan pekerja di lapangan.
(TIM LJN)


Posting Komentar