Kelangkaan BBM di Saumlaki Kembali Terjadi, Warga Minta Kapolres KKT Tertibkan Pengecer Liar Tanpa Izin
Saumlaki, Liputan Jurnalis News.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali terjadi di Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), pada Selasa (7/7/2026). Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan dikeluhkan masyarakat karena mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sejumlah warga menilai kelangkaan BBM diduga diperparah oleh maraknya aktivitas penjualan BBM eceran tanpa izin di sejumlah titik, termasuk di sekitar kawasan SPBU. Selain itu, terlihat pula kendaraan yang menggunakan tangki berkapasitas besar untuk mengisi BBM, sehingga memunculkan dugaan adanya pembelian dalam jumlah besar yang kemudian dijual kembali secara eceran.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan praktik penjualan BBM eceran tanpa pengawasan diduga membuka peluang terjadinya penimbunan dan penjualan kembali dengan harga di atas harga resmi. Menurutnya, kondisi tersebut sangat merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM untuk keperluan sehari-hari.
"Kami berharap Bapak Kapolres Kepulauan Tanimbar dapat turun langsung ke lapangan untuk menertibkan para pengecer yang diduga beroperasi tanpa izin. Jika memang ditemukan adanya pelanggaran hukum, tentu harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan karena kesulitan memperoleh BBM," ujar warga tersebut.
Akibat terbatasnya pasokan, banyak masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite, sementara aktivitas penjualan BBM eceran di sejumlah lokasi masih terus berlangsung.
Warga meminta Polres Kepulauan Tanimbar bersama instansi terkait melakukan pengawasan dan penertiban terhadap aktivitas penjualan BBM yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan. Mereka juga berharap distribusi BBM dapat diawasi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Selain persoalan distribusi, masyarakat menyoroti aspek keselamatan. Penyimpanan BBM dalam jeriken maupun wadah yang tidak memenuhi standar keamanan dinilai berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran, terlebih jika diperdagangkan di bahu jalan atau emperan pertokoan yang ramai dilalui masyarakat.
Masyarakat juga berharap Pertamina memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab kelangkaan BBM yang kembali terjadi di Saumlaki. Keterbukaan informasi dinilai penting untuk mencegah munculnya spekulasi dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem distribusi BBM.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Kepulauan Tanimbar maupun pihak Pertamina terkait penyebab kelangkaan BBM serta dugaan aktivitas penjualan BBM eceran tanpa izin yang dikeluhkan masyarakat.(JN)

Posting Komentar